Selasa, 26 Mei 2009

Respons Tanaman Terhadap Air

Goalter Zoko
Kediri

TANAH AIR DAN HUJAN
Indonesia adalah tanah airku, tanah yang selalu bermasalah dengan air. Musim hujan merupakan surga air bagi tanah airku, menjelang musim kemarau neraka kekeringan terasa di tanah airku. Mungkin itu adalah ungkapan yang tepat bagi kondisi lahan di tanah air kita. Ternyata kemajuan peradaban tidak mampu untuk menghindarkan fenomena ini. Kemajuan menyebabkan banyak terjadi konversi lahan, lahan pertanian berubah jadi pemukiman, gedung-gedung megah bahkan juga dapat berupa jadi lautan lumpur. Semua ini berhubungan dengan bagaimana air harus ditempatkan. Konversi lahan menyebabkan daya simpan air berkurang, sehingga ketika kemarau datang muncullah kekeringan sementara pada musim hujan tidak ada tempat untuk menampung. Alam mengajarkan bagaimana harus ada keseimbangan karena siklus air akan mencapai keseimbangannya tidak pandang tempat dimana harus berlabuh. Penumpang tanah airku sering menikmati labuhan air ini yang lebih dikenal dengan banjir.
FENOMENA AIR



Gambaran umum siklus air


Hampir sebagian besar permukaan bumi dipenuhi oleh air, siklus air atau daur hidrologi inilah yang sering mengalami gangguan akibat aktivitas manusia. Pentingnya air menyebabkan muncul slogan “tanpa makanan masih bisa bertahan hidup lebih lama dibanding tanpa air”.
Air mempunyai beberapa fungsi :
a. Daya pelarut unsur-unsur yang diambil oleh tanaman.
b. Mempertinggi reaktivitas persenyawaan yang sederhana/kompleks.
c. Berperan dalam proses fotosintesis.
d. Penyangga tekanan di dalam sel yang penting dalam aktivitas sel tersebut.
e. Mengabsorbsi temperatur dengan baik/mengatur temperatur di dalam
tanaman.
f. Menciptakan situasi temperatur yang konstan.
Contoh : Suhu naik 10°C maka uap air naik--- tekanan uap air permukaan cairan naik --- penguapan naik --- transpirasi naik --- absorpsi naik --- defisiensi air.
Kita sangat sering mendengar masalah kekurangan air diberbagai tempat, tapi fenomena musim hujan jelas memberi gambaran bagi kita bagaimana air berlebih juga menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Mengapa air berlebih bisa merusak tanaman?
1. Air berlebih tidak hanya melarutkan unsur hara yang diperlukan tanaman, tapi juga menghanyutkan unsur hara tersebut sehingga tanaman tidak dapat memanfaatkannya akibatnya tanaman kekurangan nutrisi
2. Cengkraman akar pada tanah juga terganggu karena struktur tanah rusak pada kondisi tergenang, gangguan pada perakaran ini menimbulkan kekacauan pada bagian atas tanaman (suplai hara dan air terganggu)
3. Tanaman memiliki kapasitas tampung air yang terbatas, artinya keseimbangan dalam tanaman bergantung pada proses bagaimana menyerap air dan membuang air, jika air berlebih maka tanaman harus bisa membuangnya dan diperlukan energi besar untuk ini tapi sebagian besar tanaman tidak mempunyai kemampuan ini sehingga tanaman mati
4. Air berlebih juga mengacaukan keseimbangan temperatur dalam tanaman maupun sekitar pertanaman, kekacauan ini dapat mengakibatkan kekacauan metabolisme pada tanaman dan reaksi kimia pada lingkungan tanam
5. Air berlebih juga bisa menjadi media timbulnya banyak penyakit pengganggu pada tanaman
6. Air berlebih menyebabkan kondisi oksigen berkurang dan karbondioksida lebih tinggi menyebabkan respirasi tanaman terganggu

APA YANG TERJADI

Masuk dan keluarnya air dari dalam tubuh tanaman ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor ekologis.
1. Kelembaban di dalam udara
Uap air yang dikandung di udara dikenal sebagai lembab relatif udara. Lembab relatif udara ini menyatakan persentase udara dibanding dengan kelembaban maksimum uap air yang dikandung udara tersebut pada temperatur yang bersangkutan.
Sehingga udara yang panas dapat mengandung uap air lebih besar daripada udara dingin. Lembab relatif ini selalu bervariasi tiap hari yaitu rendah pada siang hari dan tinggi pada malam hari. Di daerah-daerah hutan titik terendah yang dicapai sebesar 80% sedang di gurun-gurun pasir titik terendah dari lembab relatifnya akan mencapai 10%.
2. Awan dan kabut
Awan terjadi pada pendinginan udara yang naik dan terjadi pada daerah yang lebih dingin. Kabut terjadi pada pendinginan udara di atas permukaan tanah. Tanaman-tanaman hampir tidak dapat menggunakan air yang terdapat di dalam udara, oleh karena lapisan-lapisan kulit tidak tembus air, sehingga di dalam udara tidak dapat digunakan langsung oleh tanaman.
3. Hujan
Dalam bentuk hujan air dapat dimanfaatkan oleh tanaman-tanaman tetapi air yang jatuh sebagai air hujan ini tidak seluruhnya dapat digunakan tanaman oleh karena beberapa sebab.
a. Penguapan; terjadi pada beberapa proses ialah yang terjadi pada waktu hujan di dalam perjalanan mencapai tanah dan penguapan yang terjadi oleh air hujan yang ditahan daun-daun.
b. Mengalirnya air di atas permukaan tanah.

PENGARUH AIR TERHADAP TANAH DAN TANAMAN
Tanah merupakan medium yang porous, dapat menahan air, dapat meneruskan sebagian air baik yang berasal dari air hujan maupun air dalam tanah itu sendiri. Adanya suatu infiltrasi air dan gerakan air ini merupakan suatu faktor-faktor tertentu yang saling bekerjasama dengan kandungan air yang ada di dalam tanah dan tanah sebagai medium serta tanaman yang ada di atas tanah tersebut.

Bermacam-macam air di dalam tanah
1. Air gravitasi
Air dalam tanah yang bergeraknya ke bawah dipengaruhi gravitasi bumi. Sehabis hujan tanah akan dijenuhi air karena gaya gravitasi, air akan turun ke bawah pada lapisan-lapisan dibawahnya.
Bila air dalam jumlah yang cukup maka lapisan yang basah ini kejenuhan permanen yang disebut permukaan air tanah.
2. Air kapiler
Bila air permukaan tanah mengalir ke bawah akan terlihat pori-pori yang mengandung air. Air didalamnya disebut air kapiler.
Air ini tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi dan tidak turut masuk ke dalam larutan tanah yang lebih dalam. Air ini yang pertama-tama dikonsumsi oleh tanaman karena tidak mobile dan terdapat di daerah perakaran.
3. Air higroskopis
Oleh sebab penguapan air ke udara maka air kapiler akan selalu berkurang jumlahnya di dalam tanah. Bila pengurangan air karena peristiwa penguapan ini berjalan terus menerus maka kekuatan tarik menarik antara partikel tanah dan air akan menjadi naik. Sehingga akan terdapat/tinggal air yang tidak dalam keadaan cair sehingga air yang demikian ini baik ditinjau dari segi khemis maupun biologis tidak begitu berguna bagi tanaman dan disebut air higroskopis dan punya manfaat yang sedikit.
4. Air kristal
Sesudah air higroskopis hilang maka yang tinggal hanya air hidratasi dari Al, Fe, dan Si. Air hidratasi inilah yang disebut air kristal dan air ini hanya dapat hilang dengan pemanasan menggunakan temperatur tinggi.
5. Uap air di dalam tanah
Pori-pori tanah yang tidak terisi oleh air kapiler dapat pula diisi oleh udara sehingga seperti halnya di dalam atmosfir, di dalam tanah dijumpai pula uap air. Selama air kapiler masih ada maka udara dalam pori-pori ini akan selalu jenuh dengan uap air.
APA YANG HARUS DILAKUKAN
Semakin gencarnya fenomena banjir yang terjadi, maka perlu dilakukan beberapa tindakan untuk menyelamatkan tanaman budidaya kita diantaranya:
1. Memilih lokasi budidaya, sangat penting dilakukan untuk meminimalkan kerugian dalam budidaya. Jika lokasi merupakan lahan yang selalu banjir pada musim hujan sebaiknya dihindari
2. Perencanaan lahan budidaya yang matang, dalam setiap budidaya tanaman harus mempertimbangkan kondisi lahan (terkait jenis tanah), jika lahan termasuk tanah berat, maka perlu dipikirkan drainase yang baik karena tanah ini menahan air cukup kuat, jika lahan pasiran maka perlu dipikirkan minimalisasi erosi tanah dan hara
3. Modifikasi budidaya, adakalanya kesulitan menemukan lahan ideal menyebabkan keharusan untuk tetap melakukan penanaman. Situasi ini menimbulkan perlunya modifikasi budidaya. Salah satu alternatif budidaya adalah dengan sistem surjan dimana ada lahan yang sengaja ditinggikan untuk mengurangi penggenangan atau pemakaian mulsa yang juga menghindari banyaknya air yang diresap bedeng tanam
4. Memilih tanaman, tanaman yang kita tanam sangat perlu dipertimbangkan. Kondisi air berlebih sebaiknya memilih tanaman yang cukup toleran terhadap kelebihan air. Contoh: tanaman padi cukup toleran dengan kondisi jenuh air dibandingkan dengan tanaman jagung
5. Menentukan pola tanam, pola tanam perlu menjadi pertimbangan penting, karena kita juga sering harus memperhitungkan kapan musim penghujan dan kemarau sehingga tahu juga prediksi tanaman yang cocok
6. Penggunaan tanaman toleran, semakin majunya teknologi menuntut produsen benih tanaman untuk menghasilkan tanaman yang toleran untuk kondisi tergenang/kelebihan air, jika sudah ada tanaman toleran ini maka kemungkinan budidaya menghasilkan hasil yang baik akan terwujud

Acre of Diamond

Acre of Diamond
Ada sebuah kisah motivasional yang ingin saya ceritakan kepada Anda. Kisah ini pertama kali diceritakan Russel Conwell, dan kisah ini sudah diceritakan olehnya lebih dari 6000 kali semasa hidupnya. Dengan uang yang diperoleh dari kisahnya ini, Russel bahkan membangun Temple University yang hingga sekarang masih berdiri dengan megahnya.
Dalam kisah ini diceritakan tentang seorang petani miskin di Afrika bernama Ali Hafed. Meskipun miskin, kehidupan Ali Hafed sangat bahagia. Dan, pada suatu hari, Ali kedatang seorang tamu, seorang pemuka agama yang bercerita tentang keindahan batu permata. Si pemuka agama ini berkata, “Anakku, kalau kamu memiliki permata sebesar ibu jarimu, kamu akan memiliki seisi kota ini. Dan kalau kamu memiliki permata sebesar kepalan tanganmu, maka seluruh negeri ini akan menjadi milikmu”. Setelah pemuka agama itu pergi, Ali Hafed begitu terkesan. Bahkan, berhari-hari ia tidak bisa tidak membayangkan adanya pertama seperti itu. Sejak itulah Ali Hafed mulai merasa ada yang kurang pada hidupnya. Ia membayangkan betapa menyenangkannya jika hidupnya bisa memiliki pertama seperti itu. Bagaimana tidak? Selama ini, hidupnya begitu miskin.
Pada suatu hari, Ali Hafed membulatkan tekadnya, ia memutuskan untuk menjual rumah serta ladangnya. Anak dan istrinya ia titipkan kepada tetangganya disertai dengan titipan biaya perawatan mereka. Dengan uang yang tersisa, Ali Hafed memutuskan pergi mengembara untuk mencari permata-permata yang luar biasa itu. Dia mencari ke segala penjuru kota bahkan menyeberang ke negeri yang jauh. Selama belasan tahun ia mencoba hingga ia kelelahan fisik, mental dan emosional. Hingga akhirnya, di dalam kemiskinannya, akhirnya Ali Hafed putus asa, lalu tragisnya, ia pun bunuh diri dengan cara terjun ke sungai.
Sementara itu, rumahnya kini sudah ditinggali oleh petani lain yang hidupnya juga sangat miskin. Suatu hari si petani itu sedang membersihkan tubuh untanya di tengah aliran sungai dangkal yang mengaliri melewati pekarangan rumahnya. Saat sedang asyik-asyiknya mencuci, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah batu berkilauan indah di bawah sinar matahari. Sejenak, petani ini terkesima dan karena melihat bentuknya yang menarik, maka si petani ini mengambil batu tersebut dan menaruhnya di rumah sebagai hiasan di ruang tamu. Waktu berjalan. Suatu hari, si pemuka agama yang biasa mengunjungi rumah-rumah penduduk di sekitar itu, bertandang ke rumah petani miskin itu. Saat ia melihat batu yang berkilauan itu, si pemuka agam berkata, “Ini kan batu permata!” Si petani miskin itu dengan tertawa berkata, “Bukan pak, itu bukan batu permata. Itu Cuma batu kali yang saya ambil dari aliran sungai yang ada di depan”. Setelah meneliti batu itu, si pemuka agama itu berkata lagi, “Saya tidak mungkin salah. Kalau saya mengatakan ini batu permata, pastilah ini batu permata”. Maka, dengan perasaan harap-harap cemas, mereka lantas berlari ke aliran sungai di ladang mereka. Ternyata disitulah, mereka menemukan batu permata yang jauh lebih indah dan lebih besar di aliran sungainya. Dan, disitulah untuk pertama kalinya, ditemukan sebuah tambang permata terbesar di dunia.
Sungguh, kisah yang aslinya berjudul “Acre of Diamond” ini merupakan kisah inspirasional yang luar biasa. Kisah ini menggambarkan betapa kita sering mencari kesempatan, peluang di luar diri kita, tanpa menyadari bahwa ada banyak potensi dan kesempatan yang terdapat dalam diri kita yangbelum tergali. Saya tertarik ketika Anthony Robbins menggunakan istilah “Awakening the Giant Within” dalam judul bukunya. Memang, pada kenyataannya ada begitu banyak potensi dan peluang dalam diri kita yang menunggu untuk dibangunkan dan dimanfaatkan. Sayangnya, banyak di antara kita yang tidak mampu mendayagunakannya.
Apabila Anda terbiasa membaca buku-buku psikologi, pastilah Anda sudah mengerti bahwa pikiran kita dibagi menjadi dua bagian, kesadaran dan ketidaksadaran. Atau, umumnya, sejak jaman psikonalisa Sigmund Freud disebutkan sebagai alam sadar dan alam bawah sadar. Sampai disini Anda mungkin sudah sering membacanya. Tetapi, tahukah Anda bahwa ketidaksadaran Anda masih bisa kita bagi lagi menjadi dua bagian, yakni, ketidaksadaran yang meracuni dan yang lainnya, ketidaksadaran yang kreatif, atau CREATIVE UNCONSCIOUSNESS! Ketidaksadaran yang meracuni Anda dapat menjadi sabotase atas keberhasilan Anda. Sebaliknya, apabila Anda bisa menggunakan ketidaksadaran Anda yang kreatif, disitulah terdapat tambang emas dan permata luar biasa yang bisa membuat hidup Anda berubah secara luar biasa. Bob Proctor seorang penulis terkenal dan trainer LifeSuccess Coach, mengatakan “Manusia sebenarnya tidaklah kekurangan uang, tapi kekurangan ide. Dalam hal ini, saya sangat setuju degan pernyataannya.
Dalam buku barunya yang lurar biasa yang berjudul, “Cracking the Millionaire Code”, Mark Victor Hansen dan Robert Allen memberikan kesimpulan yang sederhana, “Sebuah ide sederhana saja yang lahir dari piliran Anda, bisa mengubah Anda menjadi seorang milioner dalam semalam”. Dalam buku tersebut dikisahkan tentang para jutawan yang sukses karena satu ide yang luar biasa, sebagai contohnya sebuah ide sederhana dari Frank Woodward telah melhirkan produk Jell-O yang membuatnya menjadi jutawan. Begitu pula Jacob Davis yang melahirkan celana jeans Levi’s atau Earl Tupper yang melahirkan produk dan bisnis Tupperware. Semuanya menjadi jutawan dengan sebuah ide yang tampaknya sederhana. Ross Perot, salah seorang jutawan Amerika yang pernah menjadi candidat presiden Amerika bahkan berkata, “Sebuah ide saja, bisa membuat hidup Anda menjadi seperti seorang raja selamanya”. Nah, dimanakah letak gagasan-gagasan genius dan ide-ide jutawan ini. Kembali lagi kepada topik bahasan kita, letaknya tidak jauh-jauh tapi ada pada tambang permata Anda. Semuanya ada pada bagian ketidaksadaran kreatif Anda yang siap untuk digali dan dimanfaatkan.
Ketidaksadaran kreatif inilah yang membantu Albert Einstein mendapatkan rumusan penting tentang fisika, saat ketika ia sedang mencukur atau bermain biola. Kadang-kadang jawaban atau ide cemerlang dari bagian ketidaksadaran kreatif ini juga muncul pada saat ketika kita istirahat atau tertidur sehingga muncullah suatu ide atau gagasan keesokan harinya. Muncul begitu saja.
Yang jelas ketidaksadaran kreatif ini merupakan anugrah Tuhan yang luar biasa yang bisa kita manfaatkan. Celakanya, bagian ini seringkali tidak tergali bahkan tertutup oleh ketidaksadaran kita yang justru meracuni. Justru, pengalaman traumatis, pengelaman masa laku yang kelam serta luka barin akhirnya membuat batu pertama yang ada di dalam ketidaksadaran kreatif kita jadi terkubur. Akibatnya, justru ketidaksadaran kita jadinya mensabotase, melukai atau menghambat perkembangan diri kita. Kenyataannya, ketidaksadaran yang meracuni, lebih banyak dilingkupi oleh emosi-emosi yang negatif dan destruktif. Itulah yang membuat kehidupan kita banyak sisi negatifnya. Sebaliknya, dalam kesadaran yang kreatif justru muncul banyak emosi yang positif, penuh pengharapan, konstruktif, optimis, gigih dan penuh keceriaan. Tak mengherankan, jika dikatakan kalau Anda mengharapkan kehidupan yang kaya dan cerdas emosinya, maka Anda perlu belajar menggali lebih banyak dari ketidaksadaran kreatif Anda.
Nah, hingga disini pertanyaannya sekarang adalah bagaimanakah tips memanfaatkan ketidaksadaran kreatif kita?
Pertama, perlakukanlah bagian bawah sadar dengan baik dan ramah. Pada saat Anda melakukan self talk atau bicara batin dengan diri Anda sendiri, berikan kata-kata penguatan yang positif. Misalkan, jangan terlalu sering mengatakan kepada diri sendiri, “Aduh kok diriku bodoh banget ya”, ‘Aiya, bego deh saya”, atau “Why I’m so strupid?” tapi lain kali cobalah untuk bersikap lebih positif, meskipun Anda merasa membuat kesalahan yang tolol, ajarkanlah pada diri Anda sendiri. “Aduh, aku lupa lagi. Ayo dong. Cobalah sebenarnya aku bisa lebih baik kok untuk mengingat hal ini”. Atau misalkan pada saat Anda merasa bisa melakukan sesuatu yang baik dan positif, bicaralah dengan diri Anda dan bawah sadar Anda, “Thank you sudah membangunkan diriku tepat jam 5 pagi” atau “Thank you membuat saya ingat dengan kalimat-kalimat yang tepat pada saat presentasi, sehingga jadi proposal saya diterima”.
Kedua, lakukanlah latihan-latihan yang seringkali diajarkan dalam kelas hypnostherapy. Mulailah dengan merilekskan diri Anda. Dan dalam kondisi yang santai dan rileks, cobalah untuk mengatakan dan memberikan penguatan, bahkan Anda bisa meminta kepada pikiran Anda untuk mencari jawaban atas sesuatu yang menjadi pergumulan hidup Anda.
Ketiga, pada saat sebelum Anda tidur, gunakanlah sedikit waktu sebelum mata Anda terpejam, cobalah untuk kontak dengan bawah sadar Anda. Saat itu Anda bisa mencoba memberikan penguatan yang baik dan positif pada diri Anda. Anda juga bisa mencoba mengajak diri Anda untuk memecahkan masalah yang menjadi problem hidup Anda. Ataupun, Anda bisa membuat komitmen untuk mengubah dan mengatakan pada diri bawah sadar Anda untuk mengurangi atau menghilangkan kebiasaan buruk dan memulai menanamkan kebiasaan yang positif.
Demikianlah. Marilah mulai sekarang kita memanfaatkan ketidaksadaran kreatif, khususnya untuk kehidupan kita yang lebih dahsyat dan bermanfaat. Akhirnya saya setuju dengan ide dalam buku “Cracking the Millionaire Code” yang intinya mengajak Anda menjadi milioner tercerahkan dengan berkomitmen menggunakan ide-ide kreatif maupun kesuksesan Ada untuk membantu dan menolong lebih banyak orang lain yang lebih kurang beruntung. Saat itulah, tambang permata yang Tuhan taruh di kepala Anda, tidak menjadi sesuatu yang sia-sia.
goalter_zoko@yahoo.com

Senin, 25 Mei 2009

ANALISIS KADAR AMILOSA DALAM BERAS**)
Goalter Zoko dan Triono Bagus Saputro*)

PENDAHULUAN
Mutu beras merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pembentukan varietas unggul padi. Pengujian mutu beras meliputi mutu giling, tampilan beras dan mutu nasi (Somantri, 1983; Allidawati dan Bambang, 1989; Damardjati, 1995). Pengujian mutu nasi dilakukan pada galur-galur padi yang sudah mantap (F8) untuk menyeleksi galur-galur yang mempunyai tekstur nasi pulen, sedang, atau pera. Untuk galur-galur generasi awal, pengujian dilakukan dengan penetapan kadar amilosa, suatu bagian dari butir-butir pati pembentuk beras selain amilopektin. Penetapan kadar amilosa ini merupakan seleksi awal untuk memperkirakan tekstur nasinya.
Perbandingan antara kadar amilosa dan amilopektin dapat memperlihatkan sifat tekstur nasi. Kadar amilosa lebih banyak menentukan sifat tekstur nasi daripada sifat-sifat fisik lainnya, seperti suhu gelatinasi dan gel konsistensi (Suwarno et al., 1982; Damardjati, 1995). Kadar amilosa dalam beras berkisar 1-37% (Somantri, 1983).
Berdasarkan kadar amilosa, beras diklasifikasikan menjadi beberapa golongan seperti pada tabel berikut:

Tabel 1. Golongan beras berdasarkan kadar amilosa(Allidawati dan
Bambang, 1989)
No. Golongan Beras Kadar Amilosa (%)
1. Ketan/Beras amilosa sangat rendah < 10%
2. Beras amilosa rendah 10 – 20%
3. Beras amilosa sedang 20 – 24%
4. Beras amilosa tinggi > 24%
Beras yang berkadar amilosa rendah bila dimasak menghasilkan nasi yang lengket, mengkilap, tidak mengembang, dan tetap menggumpal setelah dingin. Beras yang berkadar amilosa tinggi bila dimasak nasinya tidak lengket, dapat mengembang, dan menjadi keras jika sudah dingin, sedangkan beras beramilosa sedang umumnya mempunyai tekstur nasi pulen (Suwarno et al., 1982; Damardjati, 1995).

BAHAN DAN METODE
Bahan yang digunakan 5g gabah, 3g pasir laut, 100 mg tepung beras, Etanol 95%, NaOH 1 N, asam asetat 1 N, dan larutan iodin dalam KI 2%. Alat yang digunakan yaitu timbangan digital, spektrofotometer, labu ukur 100 mL, pipet, mesin pemecah kulit, mesin penyosoh, dan mesin penumbuk beras. Metode yang digunakan adalah Iodo Kolorimetri (Juliano, 1971).
Persiapan Contoh
Sebanyak 5 g gabah dikupas dari sekamnya dengan mesin pemecah kulit, kemudian tiap contoh dimasukkan ke dalam tabung plastik (panjang 10 cm dan diameter 2 cm) yang berisi 3 g pasir laut dan dikocok dengan mesin penyosoh selama 20 menit. Beras dibersihkan dari sisa pasir laut hingga menjadi beras putih. Selanjutnya 10 butir beras putih dibuat tepung dengan mesin penumbuk beras.

Pembuatan Larutan
NaOH kristal 40 g dimasukkan ke dalam labu ukur 1000 ml, kemudian ditambahkan 500 ml aqubides dan dikocok dengan alat pengocok sampai larut, tambahkan aquabides sampai tanda 1000 ml, sehingga diperoleh larutan NaOH 1 N. Untuk membuat larutan asam asetat 1 N, asam asetat murni diambil 5 ml ditambahkan 80 ml aquabides dan dilarutkan sampai rata. Pembuatan I-KI 2%, 20 g KI dilarutkan ke dalam 500 ml aquabides dalam labu ukur 1000 ml, kemudian 2 g iodin dimasukkan dan dikocok dengan alat pengocok sampai larut, tambahkan aquabides sampai tanda, sehingga diperoleh larutan I-KI 2%.

Standardisasi Amilosa
Standardisasi amilosa dilakukan untuk mendapatkan kurva standar yang menunjukkan hubungan antara nilai penyerapan cahaya dengan konsentrasi amilosa. Tepung kentang 40 mg dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml kemudian ditambahkan 1 ml etanol 95% dan 9 ml NaOH 1 N. Larutan dibiarkan selama 23 jam pada suhu kamar atau dipanaskan dalam penangas air bersuhu 100oC selama 10 menit. Larutan selanjutnya dipipet ke dalam labu ukur 100 ml dengan perlakuan seperti tercantum pada Tabel 2.
Tabel 2. Cara pembuatan standar amilosa
Larutan
(ml) Konsentrasi (ppm) Absorban Absorban
1 ppm
0.5 2.0 a a/2
1.0 4.0 b b/4
1.5 6.0 c c/6
2.0 8.0 d d/8
3.0 12.0 e e/12
4.0 16.0 f f/16
Masing-masing larutan kemudian ditambahkan 1 ml asam asetat 1N dan 2 ml I-KI 2% lalu diencerkan sampai volume 100 ml. Absorban diukur dengan menggunakan spektrofotometer pada gelombang 620 nm dengan rumus:
Abs rata-rata 1 ppm = a/2 + b/4 + c/6 + d/8 + e/12 + f/16
6
Pengukuran Kadar Amilosa
Tepung beras 100 mg dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml kemudian diberi 1 ml etanol 95% dan 9 ml NaOH 1N. Larutan dibiarkan selama 23 jam pada suhu kamar atau dipanaskan dalam penangas air bersuhu 100oC selama 10 menit dan didinginkan selama 1 jam. Larutan kemudian diencerkan dengan aquabides menjadi 100 ml, dipipet sebanyak 5 ml, dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml yang berisi 60 ml aquabides, kemudian ditambahkan 1 ml asam asetat 1N dan 2 ml I-KI 2% dan diencerkan sampai volume 100 ml. Larutan dikocok dan didiamkan selama 20 menit, kemudian diukur absorbannya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 620 nm. Kadar amilosa dihitung dengan rumus:
Kadar Amilosa (%) = A 620 x fk x 100 x 100%
100 – k.a
Dimana fk = 1 x (1000 x 20)
Abs 1 ppm x (1000000)

= 1 / abs 1 ppm x 50
Keterangan:
A 620 = absorban contoh
k.a. = kadar air
20 dan 1000 = faktor pengenceran
fk = faktor konversi

DAFTAR PUSTAKA

Allidawati dan Bambang K. 1989. Metode uji mutu beras dalam program
pemuliaan padi. Dalam M. Ismunadji, M. Syam, dan Yuswadi (Ed.).
Padi Buku 2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.
Bogor. Hlm. 363-375
Damardjati, D.S. 1995. Karakteristik Sifat Standardisasi Mutu Beras sebagai
Landasan Pengembangan Agribisnis dan Agroindustri Padi di
Indonesia. Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama. Balai Penelitian
Bioteknologi Tanaman Pangan, Bogor.
Juliano, B.O. 1971. A simplified assay for milded rice amylose. Cereal
Science Today 16: 334-360
Somantri, I.H. 1983. Pewarisan Kadar Amilosa pada Beberapa Persilangan
Padi. Tesis, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung.
Suwarno, A.B. Surono, dan Z. Harahap. 1982. Hubungan antara kadar
amilosa beras dengan rasa nasi. Penelitian Pertanian 2(1): 33-35
Aliawati, G. 2003. Teknik Analisis Kadar Amilosa Dalam Beras. Buletin Teknik Pertanian Vol. 8 No. 2: 82-84

Senin, 18 Mei 2009

Kesadahan

Kesadahan (Hardness)
Kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Pada air berkesadahan rendah, air akan dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun, sedangkan pada air berkesadahan tinggi tidak akan terbentuk busa. Kesadahan sangat penting artinya bagi para akuaris karena kesadahan merupakan salah satu petunjuk kualitas air yang diperlukan bagi ikan. Tidak semua ikan dapat hidup pada nilai kesadahan yang sama. Dengan kata lain, setiap jenis ikan memerlukan prasarat nilai kesadahan pada selang tertentu untuk hidupnya. Disamping itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam hubungannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH.
Secara lebih rinci kesadahan dibagi dalam dua tipe, yaitu: (1) kesadahan umum ("general hardness" atau GH) dan (2) kesadahan karbonat ("carbonate hardness" atau KH). Disamping dua tipe kesadahan tersebut, dikenal pula tipe kesadahan yang lain yaitu yang disebut sebagai kesadahan total atau total hardness. Kesadahan total merupakan penjumlahan dari GH dan KH.
Penggunaan paramater kesadahan total sering sekali membingungkan, oleh karena itu, sebaiknya penggunaan parameter ini dihindarkan.
GH
Kesadahan umum atau "General Hardness" merupakan ukuran yang menunjukkan jumlah ion kalsium (Ca++) dan ion magnesium (Mg++) dalam air. Ion-ion lain sebenarnya ikut pula mempengaruhi nilai GH, akan tetapi pengaruhnya diketahui sangat kecil dan relatif sulit diukur sehingga diabaikan.
GH pada umumnya dinyatakan dalam satuan ppm (part per million/ satu persejuta bagian) kalsium karbonat (CaCO3), tingkat kekerasan (dH), atau dengan menggunakan konsentrasi molar CaCO3. Satu satuan kesadahan Jerman atau dH sama dengan 10 mg CaO (kalsium oksida) per liter air. Di Amerika, kesadahan pada umumnya menggunakan satuan ppm CaCO3, dengan demikian satu satuan Jerman (dH) dapat diekspresikan sebagai 17.8 ppm CacO3. Sedangkan satuan konsentrasi molar dari 1 mili ekuivalen = 2.8 dH = 50 ppm. Perlu diperhatikan bahwa kebanyakan teskit pengukur kesadahan menggunakan satuan CaCO3. Untuk lebih jelasnya bacalah petunjuk pembacaan pada teskit yang anda miliki untuk mengetahui dengan pasti satuan pengukuran yang digunakan, untuk menghindari terjadinya kesalahan pembacaan.
Berikut adalah kriteria selang kesadahan yang biasa dipakai:
• 0 - 4 dH, 0 - 70 ppm : sangat rendah (sangat lunak)
• 4 - 8 dH, 70 - 140 ppm : rendah (lunak)
• 8 - 12 dH, 140 - 210 ppm : sedang
• 12 - 18 dH, 210 - 320 ppm : agak tinggi (agak keras)
• 18 - 30 dH, 320 - 530 ppm : tinggi (keras)
Dalam kaitannya dengan proses biologi, GH lebih penting peranananya dibandingkan dengan KH ataupun kesadahan total Apabila ikan atau tanaman dikatakan memerlukan air dengan kesadahan tinggi (keras) atau rendah (lunak), hal ini pada dasarnya mengacu kepada GH. Ketidaksesuaian GH akan mempengaruhi transfer hara/gizi dan hasil sekresi melalui membran dan dapat mempengaruhi kesuburan, fungsi organ dalam (seperti ginjal), dan pertumbuhan. Setiap jenis ikan memerlukan kisaran kesadahan (GH) tertentu untuk hidupnya. Pada umumnya, hampir semua jenis ikan dan tanaman dapat beradaptasi dengan kondisi GH lokal, meskipun demikian, tidak demikian halnya dengan proses pemijahan. Pemijahan bisa gagal apabila dilakukan pada nilai GH yang tidak tepat.
Apabila nilai GH terlalu rendah bagi suatu jenis ikan, ia dapat dinaikan dengan menambahkan kalsium sulfat, magnesium sulfat, atau kalsium karbonat. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa penambahan garam-garam tersebut membawa dampak lain yang perlu medapat perhatian. Pemberaian garam sulfat akan memberikan tambahan sulfat kedalam air, sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati. Sedangkan penambahan garam karbonat akan menyumbangkan ion karbonat kedalam air sehingga akan menaikkan KH. Untuk mendapat kondisi yang diinginkan perlu dilakukan manipulasi dengan kombinasi pemberian yang sesuai.
Penurunan nilai GH dapat dilakukan dengan perlakuan-perlakuan yang mampu menghilangkan kadar kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dari dalam air.
KH
Kesadahan karbonat atau KH merupakan besaran yang menunjukkan kandungan ion bikarbonat (HCO3-) dan karbonat (CO3--) di dalam air. Dalam akuarium air tawar, pada kisaran pH netral, ion bikarbonat lebih dominan, sedangkan pada akuarium laut, ion karbonat lebih berperan.
KH sering disebut sebagai alkalinitas yaitu suatu ekspresi dari kemampuan air untuk mengikat kemasaman (ion-ion yang mampu mengikat H+). Oleh karena itu, dalam sistem air tawar, istilah kesadahan karbonat, pengikat kemasaman, kapasitas pem-bufferan asam, dan alkalinitas sering digunakan untuk menunjukkan hal yang sama. Dalam hubungannya dengan kemampuan air mengikat kemasaman, KH berperan sebagai agen pem-buffer-an yang berfungsi untuk menjaga kestabilan pH.
KH pada umumnya sering dinyatakan sebagai derajat kekerasan dan diekspresikan dalam CaCO3 seperti halnya GH.
Kesadahan karbonat dapat diturunkan dengan merebus air yang bersangkutan, atau dengan melalukan air melewati gambut. Perlakuan perebusan air tentu saja tidak praktis, kecuali untuk akuarium ukuran kecil.
Untuk menaikkan kesadahan karbonat dapat dilakukan dengan menambahkan natrium bikarbonat (soda kue), atau kalsium karbonat. Penambahan kalsium karbonat akan menaikan sekaligus baik KH maupun GH dengan proporsi yang sama.
Pemberian soda kue (NaHCO3) sebanyak satu sendok teh (sekitar 6 gram) pada air sebanyak 50 liter akan meningkatkan KH sebanyak 4 satuan tanpa disertai dengan kenaikan nilai GH. Sedangkan pemberian satu sendok teh kalsium karbonat (CaCO3) (sekitar 4 gram) pada air sebanyak 50 liter akan menyebabkan kenaikan KH dan GH secara bersama-sama, masing-masing sebanyak 4 satuan. Berpatokan pada hal ini, maka pemberian secara kombinasi antara soda kue dan kalsium karbonat akan dapat menghasilkan nilai KH dan GH yang diinginkan.
Mengingat pengukuran bahan kimia dalam jumlah sedikit relatif sulit dilakukan, khususnya di rumah, maka sebaiknya gunakanlah test kit untuk memastikan nilai KH dan GH yang telah dicapai.
Pembuferan karbonat diketahui efektif pada rasio 1:100 sampai 100:1. Hal ini akan memberikan pH efektif pada selang 4.37 sampai dengan 8.37. Selang angka ini secara kebetulan merupakan selang pH bagi hampir semua mahluk hidup akuatik. Apabila ion bikarbonat ditambahkan, rasio basa terhadap asam akan meningkat, akibatnya pH pun meningkat. Laju peningkatan pH ini akan ditentukan oleh nilai pH awal. Sebagai contoh, kebutuhan jumlah ion karbonat yang perlu ditambahkan untuk meningkatkan satu satuan pH akan jauh lebih banyak apabila pH awalnya adalah 6.3, dibandingkan apabila hal yang sama dilakukan pada pH 7.5.
Kanaikan pH yang terjadi pada saat KH ditambahkan akan diimbangi oleh kadar CO2 terlarut dalam air. CO2 di dalam air akan membentuk sejumlah kecil asam karbonat dan bikarbonat yang selanjutkan akan cenderung menurunkan pH. Mekanisme ini setidaknya dapat memberikan gambaran cara mengatur dan menyiasati pH dalam akuarium agar dapat memenuhi kriteria yang diinginkan.
Penanganan Kesadahan
Apabila air anda terlalu keras untuk ikan atau tanaman, air tersebut dapat dilunakan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan kesadahan. Yang paling baik adalah dengan menggunakan reverse osmosis (RO) atau deioniser (DI). Celakanya metode ini termasuk dalam metode yang mahal. Hasil reverse osmosis akan memiliki kesadahan = 0, oleh karena itu air ini perlu dicampur dengan air keran sedemikian rupa sehingga mencapai nilai kesadahan yang diperlukan.
Resin pelunak air komersial dapat digunakan dalam skala kecil, meskipun demikian tidak efektif digunakan untuk sekala besar. Produk-produk komersial pengolah air untuk keperluan rumah tangga pada umumnya tidak cocok digunakan, karena mereka sering menggunakan prinsip pertukaran kation dalam prosesnya. Dalam prosoes ini natrium (Na) pada umumnya digunakan sebagai ion penukar, sehingga pada akhirnya natrium akan berakumulasi pada hasil air hasil olahan. Kelebihan natrium (Na) dalam air akuarium merupakan hal yang tidak dikehendaki.
Pengenceran dengan menggunakan air destilasi (air suling/aquadest) dapat pula dilakukan untuk menurunkan kesadahan.
Penurunan secara alamiah dapat pula dilakukan dengan menggunakan jasa asam-asam organik (humik/fulvik) , asam ini berfungsi persis seperti halnya yang terjadi pada proses deionisasi yaitu dengan menangkap ion-ion dari air pada gugus-gusus karbonil yang terdapat pada asam organik (tanian). Beberapa media yang banyak mengandung asam-asam organik ini diantaranya adalah gambut yang berasal dari Spagnum (peat moss), daun ketapang, kulit pohon Oak, dll.
Proses dengan gambut dan bahan organik lain biasanya akan menghasilkan warna air kecoklatan seperti air teh. Sebelum gambut digunakan dianjurkan untuk direbus terlebih dahulu, agar organisme-organisme yang tidak dikehendaki hilang.
Menurunkan kesadahan dapat pula dilakukan dengan menanam tanaman "duck weed" atau Egeria densa.
Untuk meningkatkan kesadahan bisa dilakukan dengan memberikan dekorasi berbahan dasar kapur, seperti tufa atau pasir koral. Atau dengan melalukan air melewati pecahan marble (batu marmer) atau bahan berkapur lainnya.
Alkalinitas
Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasamaan dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut di dalam air akan bereaksi dengan ion hidrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikan pH. Alkalinitas biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (mg/l) kalsium karbonat (CaCO3). Air dengan kandungan kalsium karbonat lebih dari 100 ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengan kandungan kurang dari 100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang.
Pada umumnya lingkungan yang baik bagi kehidupan ikan adalah dengan nilai alkalinitas diatas 20 ppm.
Kapasitas pem-buffer-an
Alam diberkahi dengan mekanisme pertahanan sedemikian rupa sehingga dapat bertahan terhadap berbagai perubahan, begitu juga dengan pH air. Mekanisme pertahanan pH terhadap berbagai perubahan dikenal dengan istilah Kapasitas pem-buffer-an pH.
Pertahanan pH air terhadap perubahan dilakukan melalui alkalinitas dengan proses sbb:

CO2 + H2O <==> H2CO3 <==> H+ + HCO3- <==> CO3-- + 2H+

CO3 (karbonat) dalam mekanisme diatas melambangkan alkalinitas air. Sedangkan H(+) merupakan sumber kemasaman.
Mekanisme diatas merupakan reaksi bolak-balik, artinya reaksi bisa berjalan ke arah kanan (menghasilkan H+) atau ke arah kiri (menghasilkan CO2). Oleh karena itu, apabila seseorang mencoba menurunkan pH dengan memberikan "asam-asaman" artinya menambahkan H+ saja maka (seperti ditunjukan mekanisme diatas). H+ tersebut akan segera diikat oleh CO3 dan reaksi bergerak kekiri menghasilkan CO2, (CO2 ini akhirnya bisa lolos ke udara). Pada saat asam baru ditambahkan, pH akan terukur rendah, tapi setelah beberapa waktu kemudian, ketika reaksi mulai bergerak ke kiri,pH akan kembali bergerak ke angka semula. Itulah hukum alam, dan karena itu pulalah kita masih bisa menemukan ikan di alam sampai saat sekarang. Dengan demikian penurunan pH tidak akan efektif kalau hanya dilakukan dengan penambahan asam saja. Untuk itu, cobalah pula usahakan untuk menurunkan alkalinitasnya. Kalaupun dipaksakan hanya dengan penambahan asam maka jumlahnya harus diberikan dalam jumlah lebih banyak yaitu untuk mengatasi alkalinitasnya terlebih dahulu, seperti ditunjukkan pada reaksi diatas.
pH
pH merupakan suatu ekpresi dari konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam air. Besarannya dinyatakan dalam minus logaritma dari konsentrasi ion H. Sebagai contoh, kalau ada pernyataan pH 6, itu artinya konsentrasi H dalam air tersebut adalah 0.000001 bagian dari total larutan. Karena untuk menuliskan 0.000001 (bayangkan kalau pH 14) terlalu panjang maka orang melogaritmakan angka tersebut
sehingga manjadi -6. Tetapi karena ada tanda - (negatif) dibelakang angka tersebut, yang dinilai kurang praktis, maka orang mengalikannya lagi dengan tanda - (minus) sehingga diperoleh angka positif 6. Oleh karena itu, pH diartikan
sebagai "-(minus) logaritma dari konsenstrasi ion H".
pH = - log (H+)
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa selisih satu satuan angka pH itu artinya perbedaan kosentrasinya adalah 10 kali lipat. Dengan demikian, apabila selisih angkanya adalah 2 maka perbedaan konsentrasinya adalah 10x10 = 100 kali lipat. Sebagai contoh pH 5 menunjukkan konsentrasi H sebanyak 0.00001 atau 1/100000 (seperseratus ribu) sedangkan pH 6 = 0.000001 atau 1/1000000 (sepersejuta).
Dengan demikian kalau kita menurunkan pH dari 6 ke 5 artinya kita meningkatkan kepekatan iob H+ sebanyak 10 kali lipat. Kalau kita misalkan pH itu gula, maka dengan menurunkan pH dari 6 ke 5, sama artinya bahwa larutan tersebut sekarang 10 kali lebih manis dari pada sebelumnya.

Tidak semua mahluk bisa bertahan terhadap perubahan nilai pH, untuk itu alam telah menyediakan mekanisma yang unik agar perubahan tidak tidak terjadi atau terjadi tetapi dengan cara perlahan. sistem pertahanan ini dikenal sebagai kapasitas pem-buffer-an.
Ph sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan di dalam air. Selain itu ikan dan mahluk-mahluk akuatik lainnya hidup pada selang pH tertentu, sehingga dengan diketahuinya nilai pH maka kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan mereka.
Besaran pH berkisar dari 0 (sangat asam) sampai dengan 14 (sangat basa/alkalis). Nilai pH kurang dari 7 menunjukkan lingkungan yang masam sedangkan nilai diatas 7 menunjukkan lingkungan yang basa (alkalin). Sedangkan pH = 7 disebut sebagai netral.
Fluktuasi pH air sangat di tentukan oleh alkalinitas air tersebut. Apabila alkalinitasnya tinggi maka air tersebut akan mudah mengembalikan pH-nya ke nilai semula, dari setiap "gangguan" terhadap pengubahan pH.
Dengan demikian kunci dari penurunan pH terletak pada penanganan alkalinitas dan tingkat kesadahan air. Apabila hal ini telah dikuasai maka penurunan pH akan lebih mudah dilakukan.
Penanganan pH
Seperti disebutkan sebelumnya, pengananan atau pengubahan nilai pH akan lebih efektif apabila alkalinitas ditanganai terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa cara pangananan pH, yang kalau diperhatikan lebih jauh, cenderung mengarah pada penanganan kesadahan atau alkalinitas.
Penurunan pH
Untuk menurunkan pH, pertama kali harus dilakukan pengukuran KH. Apabila nilai KH terlalu tinggi (12 atau lebih) maka KH tersebut perlu diturunkan terleibh dahulu, yang biasanya secara otomatis akan diikuti oleh menurunnya nilai pH. Apabila nilia pH terlalu tinggi (lebih dari 8) sedangkan KH tergolong bagus ( antara 6 -12)maka hal ini merupakan petunjuk terjadinya proses keseimbangan yang buruk.
Penurunan pH dapat dilakukan dengan melalukan air melewati gambut (peat), biasanya yang digunakan adalah peat moss (gambut yang berasal dari moss). bisa juga dilakukan dengan mengganti sebagaian air dengan air yang berkesadahan rendah, air hujan atau air yang direbus, air bebas ion, atau air suling (air destilata).
Selain itu bisa juga dapat dilakukan dengan menambahkan bogwood kedalam akuairum. Bogwood adalah semacam kayu yang dapat memliki kemampuan menjerap kesadahan. Sama fungsinya seperti daun ketapang, kayu pohon asam dan sejenisnya.

Peningkatan pH
Menaikkan pH dapat dilakukan dengan memberikan aerasi yang intensif, melewatkan air melewati pecahan koral, pecahan kulit kerang atau potongan batu kapur. Atau dengan menambahkan dekorasi berbahan dasar kapur seperti tufa, atau pasir koral. Atau dengan melakukan penggantian air.

Karbon Dioksida (CO2)
Karbon dioksida dalam air pada umumnya merupakan hasil respirasi dari ikan dan phytoplankton. Kadar CO2 lebih tinggi dari 10 ppm diketahui menunjukkan bersifat racun bagi ikan, beberapa bukti menunjukkan bahwa karbon dioksida berfungsi sebagai anestesi bagi ikan. Kadar karbon dioksida tinggi juga menunjukkan lingkungan air yang asam meskipun demikian karbon dioksida diperlukan dalam proses pem-buffer-an .
Apabila pH dalam suatu akuarium dikendalikan, terutama, oleh sistem pem-buffer-an karbonat, maka hubungan pH, KH dan CO2 terlaut akan merupakan hubungan yang tetap. Dengan demikian, salah satu dari parameter tersebut dapat diatur dengan mengatur parameter yang lain. Sebagai contoh nilai pH dapat diatur dengan mangatur KH atau kadar CO2. Suatu sistem CO2 injektor, misalnya, dapat digunakan untuk mengatur pH dengan cara mengatur injeksi CO2 sedemikian rupa apabila nilai pH nya mencapai nilai tertentu. Dalam hal ini KH dibuat tetap. CO2 digunakan oleh tanaman atau terdifusi ke atmosfer, akibatnya pH naik. Dengan sistem otomatis seperti disebutkan sebelumnya maka sistem injeksi CO2 akan berjalan sedemikian rupa disekitar nilai pH tertentu, untuk menjaga kadar CO2 yang memadai.
Tabel berikut menunjukkan hubungan antara kadar CO2 terlarut dalam air (ppm) dengan nilai KH dan pH. Secara umum dapat dikatakan bahwa CO2 terlarut dalam akuarium dengan kepadatan sedang akan berada pada selang 1-3 ppm. Untuk akuarium tanaman ph=6.9, KH=4 dan CO2 =15 ppm merupakan nilai yang ideal.
KH pH
6 6,2 6,4 6,6 6,8 6,9 7 7,2 7,4 7,6 7,8 8 9
1 40 25 15 10 6 5 4 2 1,5 1 0,5 0 0
2 80 50 30 20 13 10 8 5 3 2 1 0,5 0
3 120 75 50 30 20 15 12 8 5 3 2 1 0
4 160 100 60 40 25 20 15 10 6 4 2,5 2 1,5
5 200 125 80 50 32 25 20 12 8 5 3 2,5 1
7 280 175 110 70 45 35 28 18 11 7 4 3 1,5
10 400 250 160 100 65 50 40 25 16 10 6 4 2
12 480 300 190 120 75 60 50 30 19 12 8 5 3
CO2 (ppm)
Keterangan:
: Kadar CO2 normal pada akuarium tanpa Injeksi CO2
: Selang yang disarankan untuk akuarium tanaman
: Konsentrasi yang membahayakan ikan
Salinitas
Salinitas merupakan parameter penunjuk jumlah bahan terlarut dalam air. Dalam pengukuran salinitas turut pula diperhitungkan komponen GH dan KH disamping bahan-bahan terlarut lainnya seperti natrium. Informasi kadar salintas sangat penting artinya dalam akuairum laut. Sedangkan dalam akuarium air tawar mengetahui pH,KH dan GH sudah memadai.
Salinitas pada umumnya dinyatakan sebagai berat jenis (specific gravity), yaitu rasio antara berat larutan terhadap berat air murni dalam volume yang sama. Rasio ini dihitung berdasarkan konidisi suhu 15°C. Pengukuran salinitas dalam kehidupan sehari-hari biasanya menggunakan hydrometer, yang telah dikalibrasikan untuk digunakan pada suhu kamar.
Salah satu komponen salinitas yang tidak tercakup baik oleh KH dan GH adalah kadar natrium. Beberapa ikan air tawar dapat menerima (toleran) kehadiran sejumlah kecil natrium dalam bentuk garam. Bahkan sampai tahap tertentu digunakan sebagak terapi pengobatan akibat parasit seperti ich. Sedangkan beberapa spesies yang lain sama sekali tidak toleran terhadap garam. Jenis-jenis ikan tidak bersisik dan corydoras diketahui sangat sensitif terhadap garam dibandingkan dengan kebanyakan ikan air tawar lainnya.

Mengenal EC

MENGETAHUI BATAS ELEKTROKONDUKTIVITAS LARUTAN PADA TANAMAN

Goalter Zoko
Plant Physiology Laboratory, Biotechnology Dept.
PT. BISI International Tbk


Pendahuluan
Untuk dapat bertumbuh dan berkembangnya tanaman, maka diperlukan beberapa faktor pendukungnya, diantaranya air dan hara bagi tanaman. Keterkaitan antara hara dan air inilah sangat penting bagi tanaman, jika banyak air tanpa hara, maka tanaman juga tidak dapat tumbuh dengan maksimal, sebaliknya kebanyakan hara tanpa air juga menghambat tanaman karena hara tidak memiliki pelarut. Hara yang terlarut ini memiliki kemampuan untuk menghantarkan listrik. Semakin banyak hara terlarut maka akan semakin tinggi juga kemampuan menghantarkan listrik. Kondisi ini sering dikenal dengan istilah kegaraman (salinitas). Karena hara yang berupa pupuk merupakan garam-garaman, maka sangat penting untuk mengetahui kemampuan daya hantar listriknya, air yang murni tidak boleh mengalirkan arus listrik, EC = 0. Semakin tinggi kandungan garam, semakin tinggi nilai E.C. hal ini biasanya dapat dideteksi dengan menggunakan EC-meter. Besar kecilnya nilai EC pada alat menunjukkan tingkat kegaraman.

Mengenai EC-meter
Setelah mengetahui alat untuk mengukur tingkat daya hantar listrik, maka perlu juga kita ketahui bagaimana arti dari nilai pada alat. Ada banyak satuan EC, tapi pada dasarnya sama. Unit konduktivitas biasanya menggunakan satuan mho yang merupakan lawan dari ohm, yaitu suatu ukuran resistensi garam. Satu millimho adalah 10-3 mho, satu micromho adalah 10-6 mho. Konversi millimho per sentimeter ke siemens per meter dalam Unit Sistem International (SI) adalah: millimhos per cm x 0.1 = siemens per meter (S/m). Tetapi secara umum biasanya dinyatakan dalam mS/cm (millisiemens per centimeter) atau microsiemens per sentimeter (µS/cm). Kadangkala ada juga yang mengukur dalam satuan ppm seperti di USA. Kalau dalam ppm, maka 1 mS = 700 ppm. Secara ringkas seperti di bawah ini:


1 S/m = 0.1 mmho/cm
1 S/m = 0.01 S/cm
1 S/cm = 1000 mS/cm = 106 µS/cm
1 mS = 700 ppm


Beberapa Alat EC-meter
Waterproof TDScan 4 Tester

Type alat ini digunakan untuk mengukur EC pada air, sistem hidroponik, aquakultur dan larutan nutrisi. Alat ini juga ringan sebab dapat mengapung diatas air dan semua bagian - bagiannya mudah diganti. Spesifikasi Produk
Pembuat Eutech Instruments PTELTD
Range / jarak 0 sampai 19.90 mS/ cm
Resolusi 0.10 mS / cm
Akurasi ? 2% full scala
ATC 0 sampai 50?C ; coeff, ß = 2% / ?C
Baterai 4 x 1.4V ( type: A76, LR44, V13GA ) ; Lebih dari 100 jam
Ukuran / berat Tester, 15 x 3.8 cm / 90 g. Box, 18.5 x 7 x 5 cm / 170 g.
Portable EC-pH meter Model EPH-119

Dengan digital meter ini sekarang dapat diukur angka EC dan pH secara langsung dan khusus untuk sistem media tanam hidroponik, perikanan dan aquakultur. Spesifikasi Produk
Pembuat Nieuwkoop BV Alsmeer Holland
Pengoprasian Tekan tombol
Range pH/EC/ Temp. 0-14,00pH/ 0-19,99 mS/ 0-65,0?C
Akurasi / deviasi ?0,01 pH/ ?0,01 mS/ ?0,1?C
Resolusi 0,01 digit LCD
Temperatur comp. Otomatis untuk EC dan pH
Kalibrasi Otomatis dengan petunjuk dari cairan kalibrasi
Elektroda pH Kombinasi 100cm kabel dengan BNC konektor.
Elektroda EC Epoxy dengan pt-100 elemen temperatur.
Power supply 1 x baterai 9V 6F22
Pemakaian ? 3000 jam
Ukuran /berat 320 x 290 x 120mm / 2kg
Option RS-232 keluar sesuai permintaan.
Asesoris Kotak pembawa, gelas untuk sample, botol pembersih, Air distelled, larutan kalibrasi (pH-4, pH-7 dan EC), Larutan cadangan dan penggunaan manual.

Essential EC Meter

Jenis alat ini untuk mengukur EC dengan otomatis dalam waktu kurang dari 20 detik kompensasi temperatur pada air, media tanam sistem hidroponik, perikanan dan aquakultur. Type ini mudah pengoprasiannya dan mudah untuk dibawa karena bentuknya tidak terlalu besar dan dikemas dalam tas ukuran kecil

Spesifikasi Produk
Pembuat Greenfield
Range 0.00-19.99 mS/cm
Temp. Range 0-50?C
Akurasi 0.1 mS/cm
Terbaca 001uS/0.01mS/cm, 12,7mm LCD
Elektroda 100cm kabel. Temp. comp.
Power supply 4 x baterai 1.4 V
Pemakaian ? 250 jam
Ukuran /berat 173 x 41 x 22mm /250 g
Asesoris -

Hanna EC Meter - HI-98304 Dist4

Jenis alat ini untuk mengukur EC dengan otomatis kompensasi temperatur pada air, media tanam sistem hidroponik, perikanan dan aquakultur. Type ini mudah pengoprasiannya dan mudah untuk dibawa karena bentuknya tidak terlalu besar dan dikemas dalam tas ukuran kecil

Spesifikasi Produk
Pembuat Greenfield
Range 0.00-19.99 mS/cm
Temp. Range 0-50?C
Akurasi 0.1 mS/cm
Terbaca 001uS/0.01mS/cm, 12,7mm LCD
Elektroda 100cm kabel. Temp. comp.
Power supply 4 x baterai 1.4 V
Pemakaian 150 jam
Ukuran /berat 175 x 41 x 23 mm /78 g
Asesoris -






Nilai Toleransi EC pada beberapa tanaman
Berikut ini merupakan daftar nilai pH dan EC yang memiliki kisaran toleransi terhadap pertumbuhan tanaman. Adapun selain nilai kita juga dapat mengetahui status tingkat toleransinya apakah rendah (low, L), sedang (medium, M), dan tinggi (high, H).

Tabel 1. pH dan EC tanaman sayuran
Crop pH EC(mS) ppm Status

Artichoke 6.5-7.5 0.8-1.8 560-1260 L
Asparagus 6.0-6.8 1.4-1.8 980-1260 L
Bean(Common) 6.0 2-4 1400-2800 H
Beetroot 6.0-6.5 1.8-5 1260-3500 H
Broad Bean 6.0-6.5 1.8-2.2 1260-1540 M
Broccoli 6.0-6.8 2.8-3.5 1960-2450 H
Brussels Sprout 6.5 2.5-3 1750-2100 H
Cabbage 6.5-7.0 2.5-3 1750-2100 H
Capsicum 6.0-6.5 1.8-2.2 1260-1540 M
Carrots 6.3 1.6-2 1120-1400 M
Cauliflower 6.5-7.0 1.5-2 1050-1400 M
Celery 6.5 1.8-2.4 1260-1680 M
Cucumber 5.5 1.7-2.5 1190-1750 M
Eggplant 6.0 2.5-3.5 1750-2450 H
Endive 5.5 2-2.4 1400-1680 M
Fodder 6.0 1.8-2 1260-1400 M
Garlic 6.0 1.4-1.8 980-1260 L
Leek 6.5-7.0 1.4-1.8 980-1260 L
Lettuces 6.0-7.0 0.8-1.2 560-840 L
Marrow 6.0 1.8-2.4 1260-1680 M
Okra 6.5 2-2.4 1400-1680 H
Onions 6.0-6.7 1.4-1.8 980-1260 L
Pak-choi 7.0 1.5-2 1050-1400 M
Parsnip 6.0 1.4-1.8 980-1260 L
Pea 6.0-7.0 1.4-1.8 980-1260 L
Pepino 6.0-6.5 2-5 1400-3500 H
Potatoes 5.0-6.0 2-2.5 1400-1750 H
Pumpkin 5.5-7.5 1.8-2.4 1260-1680 M
Raddish 6.0-7.0 1.2-2.2 840-1540 M
Spinach 6.0-7.0 1.8-2.3 1260-1610 M
Silverbeet 6.0-7.0 1.8-2.3 1260-1610 M
Sweet Corn 6.0 1.2-2.4 840-1680 M
Sweet Potato 5.5-6.0 2-2.5 1400-1750 H
Taro 5.0-5.5 2.5-3 1750-2100 H
Tomatoes 6.0-6.5 2-5 1400-3500 H
Turnip 6.0-6.5 1.8-2.4 1260-1680 M
Zucchini 6.0 1.8-2.4 1260-1680 M


Tabel 2. pH dan EC tanaman buah (fruit)
Crop pH EC
mS ppm Status
Banana 5.5-6.5 1.8-2.2 1260-1540 M
Black Currant 6.0 1.4-1.8 980-1260 L
Blueberry 4.0-5.0 1.8-2.0 1260-1400 M
Melon 5.5-6.0 2.0-2.5 1400-1750 H
Passionfruit 6.5 1.2-2.4 840-1680 M
Paw Paw 6.5 1.2-2.4 840-1680 M
Pineapple 5.5-6.0 2.0-2.4 1400-1680 H
Red Currant 6.0 2.0-2.4 1400-1680 H
Rhubarb 5.5-6.0 1.2-2.0 840-1400 M
Strawberries 6.0 1.8-2.2 1260-1540 M
Watermelon 5.8 1.8-2.4 1260-1680 M




Tabel 3. pH dan EC rumputan (Herbs)
Crop pH EC
mS ppm Status
Basil 5.5-6.5 1.0-1.6 700-1120 L
Chicory 5.5-6.0 2.0-2.4 1400-1680 H
Chives 6.0-6.5 1.8-2.2 1260-1540 M
Fennel 6.4-6.8 1.0-1.4 700-980 L
Lavender 6.4-6.8 1.0-1.4 700-980 L
Lemon Balm 5.5-6.5 1.0-1.6 700-1120 L
Marjoram 6.0 1.6-2.0 1120-1400 M
Mint 5.5-6.0 2.0-2.4 1400-1680 H
Mustard Cress 6.0-6.5 1.2-2.4 840-1680 M
Parsley 5.5-6.0 0.8-1.8 560-1260 L
Rosemary 5.5-6.0 1.0-1.6 700-1120 L
Sage 5.5-6.5 1.0-1.6 700-1120 L
Thyme 5.5-7.0 0.8-1.6 560-1120 L
Watercress 6.5-6.8 0.4-1.8 280-1260 L










Tabel 4. pH dan EC bunga
Crop pH EC
mS ppm Status
African Violets 6.0-7.0 1.2-1.5 840-1050 L
Anthurium 5.0-6.0 1.6-2.0 1120-1400 M
Antisetsicism 6.5 1.6-2.0 1120-1400 M
Aphelandra 5.0-6.0 1.8-2.4 1260-1680 M
Aster 6.0-6.5 1.8-2.4 1260-1680 M
Begonia 6.5 1.4-1.8 980-1260 L
Bromeliads 5.0-7.5 0.8-1.2 560-840 L
Caladium 6.0-7.5 1.6-2.0 1120-1400 M
Canna 6.0 1.8-2.4 1260-1680 M
Carnation 6.0 1.8-3.5 1260-2450 H
Chrysanthemum 6.0-6.2 2.0-2.5 1400-1750 H
Cymbidiums 5.5 0.6-0.8 420-560 L
Dahlia 6.0-7.0 1.5-2.0 1050-1400 M
Dieffenbachia 5.0-6.0 2.0-2.4 1400-1680 H
Dracaena 5.0-6.0 2.0-2.4 1400-1680 H
Ferns 6 1.6-2.0 1120-1400 M
Ficus 5.5-6.0 1.6-2.4 1120-1680 M
Freesia 6.5 1.0-2.0 700-1400 M
Impatiens 5.5-6.0 1.8-2.0 1260-1400 M
Gerbera 5.0-6.5 2.0-2.4 1400-1680 H
Gladiolus 5.5-6.5 2.0-2.4 1400-1680 H
Monstera 5.0-6.0 2.0-2.4 1400-1680 H
Palms 6.0-7.5 1.6-2.0 1120-1400 M
Roses 5.5-6.0 1.5-2.5 1050-1750 M
Stock 6.0-7.0 1.6-2.0 1120-1400 M

Ada apa dengan nutrisi

HUBUNGAN ANTARA NUTRISI TANAMAN DAN PENYAKIT

(Bagian 2. Hara Mikro)

Goalter Zoko*)

Selain hara makro, tanaman juga membutuhkan hara mikro. Pengertian hara mikro adalah hara yang dibutuhkan dalam jumlah relatif kecil oleh tanaman untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Beberapa hara mikro yang penting dalam hubungannya dengan penyakit adalah sebagai berikut:

Boron (B)

Boron dalam tanah terutama sebagai asam borat (H2BO3) dan kadarnya berkisar antara 7-80 ppm. Ketersediaan B untuk tanaman biasanya hanya 5% dari kadar totalnya dalam tanah. Ketersediaannya sangat dipengaruhi oleh tekstur tanah, pH dan bahan organik. Dalam tanaman B berfungsi dalam pembelahan sel, pemanjangan sel, diferensiasi sel, permeabilitas membran dan serbuk sari. Beberapa penyakit yang bisa dikurangi serangannya berdasarkan jenis tanaman dapat terlihat seperti tabel di bawah ini:

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Sawi-sawian

Bengkak akar

Plasmodiophora brassicae

Kacang-kacangan

Busuk akar

Fusarium solani

Virus

Tobacco mosaic virus

Tomato

Layu

Verticillium albo-atrum

Keriting kuning

Yellow leaf curl virus

Kapas

Layu

Verticillium albo-atrum

Kacang hijau

Busuk batang

Rhizoctonia solani

Kacang tanah

Busuk akar

Rhizoctonia bataticola

Kentang

Kutil

Synchytrium endobioticum

Gandum

Mites

Ptrobia latens

Tembaga (Cu)

Tembaga (Cu) diserap dalam bentuk ion Cu++ dan mungkin dapat diserap dalam bentuk senyawa kompleks organik, misalnya Cu-EDTA (Cu-ethilen diamine tetra acetate acid) dan Cu-DTPA (Cu diethilen triamine penta acetate acid). Dalam getah tanaman baik dalam xylem maupun floem hampir semua Cu membentuk kompleks senyawa dengan asam amino. Cu dalam akar tanaman dan dalam xylem > 99% dalam bentuk kompleks. Kebanyakan Cu terdapat dalam kloroplas (>50%) dan diikat oleh plastosianin. Senyawa ini mempunyai berat molekul sekitar 10.000 dan masing-masing molekul mengandung satu atom Cu. Hara mikro Cu berpengaruh pada klorofil, karotenoid, plastokuinon dan plastosianin. Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara lain : pembungaan dan pembuahan terganggu, warna daun muda kuning dan kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk mengering serta batang dan tangkai daun lemah. Beberapa penyakit dan hama yang bisa dikurangi serangannya adalah sebagai berikut:

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Gandum

Embun tepung

Blumaria grammis

Karat daun

Puccinia triticina

Bunga matahari

Bercak daun & batang

Alternaria

Rye

Ergot

Claviceps purpurea

Barley

Ergot

Claviceps purpurea

Padi

Busuk leher

Pyricularia oryzae

Tomat

Layu

Verticillium alboatrum

Kapas

Layu

Verticillium dagliae

Kentang

Kudis

Streptomyces scabies

Mangan (Mn)

Mangaan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainnya, Mn dianggap dapat diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn sering disemprotkan lewat daun. Mn dalam tanaman tidak dapat bergerak atau beralih tempat dari organ yang satu ke organ lain yang membutuhkan. Mangaan terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat dengan nama pyrolusit (MnO2), manganit (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan rhodoinit (MnSiO3). Mn umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama dalam bahan ferro magnesium. Mn dilepaskan dari batuan karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan batuan adalah mineral sekunder terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Kadar Mn dalam tanah berkisar antara 300 smpai 2000 ppm. Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau mangan oksida, baik bervalensi dua maupun valensi empat. Penggenangan dan pengeringan yang berarti reduksi dan oksidasi pada tanah berpengaruh terhadap valensi Mn. Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas,ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Padi

Busuk leher

Pyricularia oryzae

Bercak daun

Alternaria

Kentang

Kudis

Streptomyces scabies

Gandum

Embun tepung

Blumaria grammis

Kapas

Layu

Verticillium alboatrum

Alpokat

Busuk akar

Pythium

Seng (Zn)

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Gandum

Kudis

Fusarium graminearum

Jeruk

Busuk akar

Phytopthora nicotiana

Tomat

Nematoda

Rotylenchulus reniformis

Ginseng

Bercak daun bakteri

Pseudomonas cichorii

Kapas

Layu

Verticillium alboatrum

Busuk akar

Phymatrotrichopsis omnivorum

Kedelai

Rebah semai

Sclerotium rolfsii

Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+. Di samping itu, Zn diserap dalm bentuk kompleks khelat, misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn dapat diserap lewat daun. Kadr Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm, sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm. Mineral Zn yang ada dalam tanah antara lain sulfida (ZnS), spalerit [(ZnFe)S], smithzonte (ZnCO3), zinkit (ZnO), wellemit (ZnSiO3 dan ZnSiO4). Fungsi Zn antara lain : pengaktif enim anolase, aldolase, asam oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein desulfihidrase, histidin deaminase, super okside demutase (SOD), dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Juga berperan dalam biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang. Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang berlebihan sering menyebabkan ketersediaaan Zn menurun. Tanah yang mempunyai pH tinggi sering menunjukkan adanya gejala defisiensi Zn, terytama pada tanah berkapur. Adapun gejala defisiensi Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.

Nematoda pada akar dan visualisasi dalam jaringan

Besi (Fe)

Besi (Fe) merupakan unsur mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibuat dalam bentuk khelat. Khelat Fe yang biasa digunakan adalah Fe-EDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain. Fe dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat daundianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan lewat akar, terutama pada tanaman yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian pemupukan lewat daun sering diduga lebih ekonomis dan efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung Fe porfirin. Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme. Proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat. Kekurangan Fe menyebabakan terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna Defisiensi Fe menyebabkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Gandum

Karat daun

Puccinia recondita

Gosong

Tilletia sp.

Pisang

Pathek/antraknos

Coletotricum musae

Apel

Busuk hitam

Sphaeropsis malorum

Pear

Busuk hitam

Sphaeropsis malorum

Kubis

Virus

Olpidium brassicae

Chlor (Cl)

Chlor merupakan unsur yang diserap dalam bentuk ion Cl- oleh akar tanaman dan dapat diserap pula berupa gas atau larutan oleh bagian atas tanaman, misalnya daun. Kadar Cl dalam tanaman sekitar 2000-20.000 ppm berat tanaman kering. Kadar Cl yang terbaik pada tanaman adalah antara 340-1200 ppm dan dianggap masih dalam kisaran hara mikro. Klor dalam tanah tidak diikat oleh mineral, sehingga sangat mobil dan mudah tercuci oleh air draiinase. Sumber Cl sering berasal dari air hujan, oleh karena itu, hara Cl kebanyakan bukan menimbulkan defisiensi, tetapi justru menimbulkan masalah keracunan tanaman. Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain,untuk tanaman kelapa dan kelapa sawit dianggap hara makro yang penting. Juga berperan dalam fotosistem II dari proses fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.
Adapun defisiensi klor adalh antara lain : pola percabangan akar abnormal, gejala wilting (daun lemah dan layu), warna keemasan (bronzing) pada daun, pada tanaman kol daun berbentuk mangkuk.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Gandum

Karat daun

Puccinia recondita

Karat daun

Puccinia striiformis

Busuk daun

Septoria nodorum

Jagung

Busuk batang

Gibberella zeae

Busuk batang

Gobbler fujikuroi

Busuk batang

Fusarium moniliforme

Hawar daun

Helminthosporium

Kedelai

Layu fusarium

Fusarium solani

Barley

Busuk akar

Cochliobolus sativus

Seledri

Layu fusarium

Fusarium

Hawar daun pada jagung Busuk batang pada jagung

Molibden (Mo)

Molibden diserap dalam bentuk ion MoO4-. Variasi antara titik kritik dengan toksis relatif besar. Bila tanaman terlalu tinggi, selain toksis bagi tanaman juga berbahaya bagi hewan yang memakannya. Hal ini agak berbeda dengan sifat hara mikro yang lain. Pada daun kapas, kadar Mo sering sekitar 1500 ppm. Umumnya tanah mineral cukup mengandung Mo. Mineral lempung yang terdapat di dalam tanah antara lain molibderit (MoS), powellit (CaMo)3.8H2O. Molibdenum (Mo) dalam larutan sebagai kation ataupun anion. Pada tanah gambut atau tanah organik sering terlihat adanya gejala defisiensi Mo. Walaupun demikian dengan senyawa organik Mo membentuk senyawa khelat yang melindungi Mo dari pencucian air. Tanah yang disawahkan menyebabkan kenaikan ketersediaan Mo dalam tanah. Hal ini disebabkan karena dilepaskannya Mo dari ikatan Fe (III) oksida menjadi Fe (II) oksida hidrat.

Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase. Gejala yang timbul karena kekurangan Mo hampir menyerupai kekurangan N. Kekurangan Mo dapat menghambat pertumbuhan tanaman, daun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terlambat. Gejala defisiensi Mo dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun menjadi kering kelayuan, tepi daun menggulung dan daun umumnya sempit. Bila defisiensi berat, maka lamina hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan tulang-tulang daun lebih dominan.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Tomato

Layu

Verticillium

Melon

Myro

Myrothecium roridum

Semua tanaman

Busuk akar

Phytopthora cinnamomi

Busuk akar

Phytopthora dreschleri

Nematoda

Rotylenchulus reniformis

Silikon (Si)

Walaupun Silikon bukan termasuk dalam daftar hara essensial, tapi sangat bermanfaat dalam mengurangi kejadian penyakit pada beberapa tanaman. Bukti mengindikasikan bahwa salah satu mekanisme dimana Si melindungi tanaman dengan meningkatkan efektivitas barrier mekanik tanaman terhadap timbulnya infeksi. Peningkatan Si dalam tanaman telah menunjukkan tingkat kesulitan serangga (aphids & kepik) untuk menghisap cairan tanaman, seperti aphids dan kepik.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Padi

Busuk leher

Pyricularia oryzae

Bercak coklat

Cochliobolus miyabeanus

Timun

Embun tepung

Sphaerotheca fuliginea

Buncis

Karat

Uromyches phaseoli

Barley

Embun tepung

Erysiphe graminis

Anggur

Embun tepung

Ucinula necator

Embun tepung pada timun-timunan