Senin, 18 Mei 2009

Ada apa dengan nutrisi

HUBUNGAN ANTARA NUTRISI TANAMAN DAN PENYAKIT

(Bagian 2. Hara Mikro)

Goalter Zoko*)

Selain hara makro, tanaman juga membutuhkan hara mikro. Pengertian hara mikro adalah hara yang dibutuhkan dalam jumlah relatif kecil oleh tanaman untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Beberapa hara mikro yang penting dalam hubungannya dengan penyakit adalah sebagai berikut:

Boron (B)

Boron dalam tanah terutama sebagai asam borat (H2BO3) dan kadarnya berkisar antara 7-80 ppm. Ketersediaan B untuk tanaman biasanya hanya 5% dari kadar totalnya dalam tanah. Ketersediaannya sangat dipengaruhi oleh tekstur tanah, pH dan bahan organik. Dalam tanaman B berfungsi dalam pembelahan sel, pemanjangan sel, diferensiasi sel, permeabilitas membran dan serbuk sari. Beberapa penyakit yang bisa dikurangi serangannya berdasarkan jenis tanaman dapat terlihat seperti tabel di bawah ini:

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Sawi-sawian

Bengkak akar

Plasmodiophora brassicae

Kacang-kacangan

Busuk akar

Fusarium solani

Virus

Tobacco mosaic virus

Tomato

Layu

Verticillium albo-atrum

Keriting kuning

Yellow leaf curl virus

Kapas

Layu

Verticillium albo-atrum

Kacang hijau

Busuk batang

Rhizoctonia solani

Kacang tanah

Busuk akar

Rhizoctonia bataticola

Kentang

Kutil

Synchytrium endobioticum

Gandum

Mites

Ptrobia latens

Tembaga (Cu)

Tembaga (Cu) diserap dalam bentuk ion Cu++ dan mungkin dapat diserap dalam bentuk senyawa kompleks organik, misalnya Cu-EDTA (Cu-ethilen diamine tetra acetate acid) dan Cu-DTPA (Cu diethilen triamine penta acetate acid). Dalam getah tanaman baik dalam xylem maupun floem hampir semua Cu membentuk kompleks senyawa dengan asam amino. Cu dalam akar tanaman dan dalam xylem > 99% dalam bentuk kompleks. Kebanyakan Cu terdapat dalam kloroplas (>50%) dan diikat oleh plastosianin. Senyawa ini mempunyai berat molekul sekitar 10.000 dan masing-masing molekul mengandung satu atom Cu. Hara mikro Cu berpengaruh pada klorofil, karotenoid, plastokuinon dan plastosianin. Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara lain : pembungaan dan pembuahan terganggu, warna daun muda kuning dan kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk mengering serta batang dan tangkai daun lemah. Beberapa penyakit dan hama yang bisa dikurangi serangannya adalah sebagai berikut:

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Gandum

Embun tepung

Blumaria grammis

Karat daun

Puccinia triticina

Bunga matahari

Bercak daun & batang

Alternaria

Rye

Ergot

Claviceps purpurea

Barley

Ergot

Claviceps purpurea

Padi

Busuk leher

Pyricularia oryzae

Tomat

Layu

Verticillium alboatrum

Kapas

Layu

Verticillium dagliae

Kentang

Kudis

Streptomyces scabies

Mangan (Mn)

Mangaan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainnya, Mn dianggap dapat diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn sering disemprotkan lewat daun. Mn dalam tanaman tidak dapat bergerak atau beralih tempat dari organ yang satu ke organ lain yang membutuhkan. Mangaan terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat dengan nama pyrolusit (MnO2), manganit (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan rhodoinit (MnSiO3). Mn umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama dalam bahan ferro magnesium. Mn dilepaskan dari batuan karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan batuan adalah mineral sekunder terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Kadar Mn dalam tanah berkisar antara 300 smpai 2000 ppm. Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau mangan oksida, baik bervalensi dua maupun valensi empat. Penggenangan dan pengeringan yang berarti reduksi dan oksidasi pada tanah berpengaruh terhadap valensi Mn. Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas,ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Padi

Busuk leher

Pyricularia oryzae

Bercak daun

Alternaria

Kentang

Kudis

Streptomyces scabies

Gandum

Embun tepung

Blumaria grammis

Kapas

Layu

Verticillium alboatrum

Alpokat

Busuk akar

Pythium

Seng (Zn)

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Gandum

Kudis

Fusarium graminearum

Jeruk

Busuk akar

Phytopthora nicotiana

Tomat

Nematoda

Rotylenchulus reniformis

Ginseng

Bercak daun bakteri

Pseudomonas cichorii

Kapas

Layu

Verticillium alboatrum

Busuk akar

Phymatrotrichopsis omnivorum

Kedelai

Rebah semai

Sclerotium rolfsii

Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+. Di samping itu, Zn diserap dalm bentuk kompleks khelat, misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn dapat diserap lewat daun. Kadr Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm, sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm. Mineral Zn yang ada dalam tanah antara lain sulfida (ZnS), spalerit [(ZnFe)S], smithzonte (ZnCO3), zinkit (ZnO), wellemit (ZnSiO3 dan ZnSiO4). Fungsi Zn antara lain : pengaktif enim anolase, aldolase, asam oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein desulfihidrase, histidin deaminase, super okside demutase (SOD), dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Juga berperan dalam biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang. Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang berlebihan sering menyebabkan ketersediaaan Zn menurun. Tanah yang mempunyai pH tinggi sering menunjukkan adanya gejala defisiensi Zn, terytama pada tanah berkapur. Adapun gejala defisiensi Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.

Nematoda pada akar dan visualisasi dalam jaringan

Besi (Fe)

Besi (Fe) merupakan unsur mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibuat dalam bentuk khelat. Khelat Fe yang biasa digunakan adalah Fe-EDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain. Fe dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat daundianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan lewat akar, terutama pada tanaman yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian pemupukan lewat daun sering diduga lebih ekonomis dan efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung Fe porfirin. Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme. Proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat. Kekurangan Fe menyebabakan terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna Defisiensi Fe menyebabkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Gandum

Karat daun

Puccinia recondita

Gosong

Tilletia sp.

Pisang

Pathek/antraknos

Coletotricum musae

Apel

Busuk hitam

Sphaeropsis malorum

Pear

Busuk hitam

Sphaeropsis malorum

Kubis

Virus

Olpidium brassicae

Chlor (Cl)

Chlor merupakan unsur yang diserap dalam bentuk ion Cl- oleh akar tanaman dan dapat diserap pula berupa gas atau larutan oleh bagian atas tanaman, misalnya daun. Kadar Cl dalam tanaman sekitar 2000-20.000 ppm berat tanaman kering. Kadar Cl yang terbaik pada tanaman adalah antara 340-1200 ppm dan dianggap masih dalam kisaran hara mikro. Klor dalam tanah tidak diikat oleh mineral, sehingga sangat mobil dan mudah tercuci oleh air draiinase. Sumber Cl sering berasal dari air hujan, oleh karena itu, hara Cl kebanyakan bukan menimbulkan defisiensi, tetapi justru menimbulkan masalah keracunan tanaman. Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain,untuk tanaman kelapa dan kelapa sawit dianggap hara makro yang penting. Juga berperan dalam fotosistem II dari proses fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.
Adapun defisiensi klor adalh antara lain : pola percabangan akar abnormal, gejala wilting (daun lemah dan layu), warna keemasan (bronzing) pada daun, pada tanaman kol daun berbentuk mangkuk.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Gandum

Karat daun

Puccinia recondita

Karat daun

Puccinia striiformis

Busuk daun

Septoria nodorum

Jagung

Busuk batang

Gibberella zeae

Busuk batang

Gobbler fujikuroi

Busuk batang

Fusarium moniliforme

Hawar daun

Helminthosporium

Kedelai

Layu fusarium

Fusarium solani

Barley

Busuk akar

Cochliobolus sativus

Seledri

Layu fusarium

Fusarium

Hawar daun pada jagung Busuk batang pada jagung

Molibden (Mo)

Molibden diserap dalam bentuk ion MoO4-. Variasi antara titik kritik dengan toksis relatif besar. Bila tanaman terlalu tinggi, selain toksis bagi tanaman juga berbahaya bagi hewan yang memakannya. Hal ini agak berbeda dengan sifat hara mikro yang lain. Pada daun kapas, kadar Mo sering sekitar 1500 ppm. Umumnya tanah mineral cukup mengandung Mo. Mineral lempung yang terdapat di dalam tanah antara lain molibderit (MoS), powellit (CaMo)3.8H2O. Molibdenum (Mo) dalam larutan sebagai kation ataupun anion. Pada tanah gambut atau tanah organik sering terlihat adanya gejala defisiensi Mo. Walaupun demikian dengan senyawa organik Mo membentuk senyawa khelat yang melindungi Mo dari pencucian air. Tanah yang disawahkan menyebabkan kenaikan ketersediaan Mo dalam tanah. Hal ini disebabkan karena dilepaskannya Mo dari ikatan Fe (III) oksida menjadi Fe (II) oksida hidrat.

Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase. Gejala yang timbul karena kekurangan Mo hampir menyerupai kekurangan N. Kekurangan Mo dapat menghambat pertumbuhan tanaman, daun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terlambat. Gejala defisiensi Mo dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun menjadi kering kelayuan, tepi daun menggulung dan daun umumnya sempit. Bila defisiensi berat, maka lamina hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan tulang-tulang daun lebih dominan.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Tomato

Layu

Verticillium

Melon

Myro

Myrothecium roridum

Semua tanaman

Busuk akar

Phytopthora cinnamomi

Busuk akar

Phytopthora dreschleri

Nematoda

Rotylenchulus reniformis

Silikon (Si)

Walaupun Silikon bukan termasuk dalam daftar hara essensial, tapi sangat bermanfaat dalam mengurangi kejadian penyakit pada beberapa tanaman. Bukti mengindikasikan bahwa salah satu mekanisme dimana Si melindungi tanaman dengan meningkatkan efektivitas barrier mekanik tanaman terhadap timbulnya infeksi. Peningkatan Si dalam tanaman telah menunjukkan tingkat kesulitan serangga (aphids & kepik) untuk menghisap cairan tanaman, seperti aphids dan kepik.

Jenis Tanaman

Nama Umum Penyakit

Nama Ilmiah Penyakit

Padi

Busuk leher

Pyricularia oryzae

Bercak coklat

Cochliobolus miyabeanus

Timun

Embun tepung

Sphaerotheca fuliginea

Buncis

Karat

Uromyches phaseoli

Barley

Embun tepung

Erysiphe graminis

Anggur

Embun tepung

Ucinula necator

Embun tepung pada timun-timunan

2 komentar: